Beranda

Minggu, 15 Mei 2011

Pengen Pelihara Hamster, Tapi ...

Ya, aku pengen pelihara hamster, setidaknya itu harapanku sebelum krisis keuangan melanda kantongku yang setipis kertas sekarang. Lihat mukanya yang imut itu, siapa coba yang nggak kepengen melihara? (kecuali yang fobia sama hamster) Tapi, setelah krisis melanda, kupikir-pikir kok jadi eman-eman ya?

Bukannya pelit ato gimana-gimana. Tapi aku aja membiayai hidupku sendiri belum bisa. Ngurus diri sendiri kadang masih nggak bener, njaga kebersihan room-ku juga kalo lagi kesambet, gimana mau ngurus hamster dengan baik coba? Jadi kasian kan sama hamster yang lucu itu kalo harus jadi korban. Apalagi nanti kalo misalnya gara-gara aku nggak bisa ngurus tuh hamster jadi mati. Kasian kan? Mending biarin aja hidup sama temen-temennya dan diurus sama Pak Penjual Hamster, setidaknya hidup mereka lebih terjamin.

Bukannya bermaksud bikin penjual hamsternya rugi, tapi kalo belum bisa ngurus, kupikir mending gak usah aja. Kecuali emang bener-bener hobi dan ahli mengurus hewan atau mau buat berbisnis. Tapi kalo buat anak-anak yang masih sekolah gini, kupikir belum perlu deh, kecuali lagi kalo dibeliin orang tuanya, nah itu nggak masalah :D.

Kalo aku sih mikirnya, daripada buat ngasih makan hamster yang kira-kira 50 ribu per bulan, (yang artinya aku harus nyisain uang sakuku segitu) mendingan buat beli novel atau komik. Mungkin Anda menganggap orang nggak berperikehewanan banget sih? Tapi aku juga nggak tega kalo suruh liat hamster mati gara-gara aku nggak bisa ngurusnya. Iya kan?

Jadilah, keinginanku buat melihara hamster harus ditunda. :(

Sabtu, 14 Mei 2011

My New Different Holiday

Ehem. Jadi liburanku yang sesungguhnya baru saja tiba. Err, ya tanggal 13 Mei kemaren. Ini benar-benar liburan yang ditunggu olehku setelah stres yang terlalu berkepanjangan yang di timbulkan oleh 3 ujian besar. Dan yang berbeda dari liburan ini adalah, aku nggak pengen kemana-mana, nggak pengen jalan-jalan, nggak pengen cuci mata, nggak pengen hura-hura, nggak pengen berada dalam keramaian. Aku pengen menyendiri. Aku benar-benar ingin sendiri.


Kagak tau kenapa. Tapi aku bener-bener pengen berdiam diri di my lovely room with my novels, comics, mp4, my brother's guitar, and my father's modem and notebook. Pengen berkutat dengan duniaku sendiri. Pengen bermalas-malasan. Pengen sebentar aja keluar dari hiruk pikuk kehidupan (dan oh, aku nulis ini sambil ndengerin you raise me up yang dimainin Sungha Jung yang feel-nya dapet banget) melupakan kegalauan yang menunggu, kecemasan yang mengantri, melupakan segalanya, menghilangkan kemampuan berpikirku sejenak. Ya, benar, melupakan semua masalah kehidupan. Mungkin aku bakal dianggap orang yang nggak mau menghadapi kenyataan. Tapi biarlah, karena aku benar-benar butuh waktu buat sendiri, sampai aku siap kembali keduniaku dan segera menyelesaikan kegalauanku itu.

Ya, aku benar-benar ingin sendiri, dan aku tidak punya alasan jika ditanya mengapa.