Beranda

Sabtu, 23 April 2011

Makna Sebuah Ujian Nasional


Hmm...tinggal satu hari lagi menjelang UN. Dan hari ini aku benar-benar merenung, bagaimana kesiapan mentalku buat UN besok, dan aku justru mendapatkan banyak pemikiran baru tentang makna UN. (Kata Pak Choi, seseorang perlu merenung sesekali dalam hidupnya). Setelah sebelumnya aku minta maaf dan mohon doa restu sama orang tua, bapak dan ibu guru di SMP maupun di SD, teman-teman, aku jadi banyak terinspirasi. Bahkan dari penulis novel dan beberapa blog didunia maya ini. Dan, ohya! habis nonton Golden Ways nya Pak Mario Teguh, aku juga makin terinspirasi. 

Jadi beginilah makna UN buatku yang baru kusadari seminggu sebelumnya. *Telaaaat
Tapi kan lebih baik telat daripada nggak nyadar-nyadar. Nah buat Anda-Anda semua yang mau menghadapi UN, semoga pemikiran anak bau kencur yang terinspirasi dari banyak orang ini bisa bermanfaat. :)



Pertama, dibalik UN yang dianggap siswa siswi sekolah dI Indonesia mengerikan ini, ternyata banyak mengandung makna yang, sangat berharga. Jadi, terimakasih buat Bangsa Indonesia yang sudah berbaik hati mau menyelenggarakan UN ini untuk kami, anak anak muda yang masih belajar arti kehidupan. Ternyata UN itu bukan cuma sekadar untuk mendapatkan nilai 28,29,30,38,39,40, tapi UN juga mengajarkan dan menyardarkan kita banyak nilai kehidupan. Nilai kehidupan ini nggak bisa didapat saat mengerjakan soalnya, tapi didapat dari proses menghadapi UN, saat berada dalam perenungan pada hari2 tenang.

Nilai yang diperoleh dari UN juga bukan sekadar untuk mendaftar sekolah. Nilai itu menunjukkan seberapa ikhlas kita belajar selama ini ( ini katanya Pak Mario Teguh), seberapa banyak kebaikan yang kita perbuat selama ini ( ini Kata Pak Choi), seberapa besar kita percaya pada diri kita sendiri, seberapa keras usaha kita, dan yang paling penting seberapa besar keyakinan kita kepada Dia yang menciptakan kita. Semua nilai itu nggak berdiri sendiri. Ada suatu ikatan yang membuat mereka bersatu. Mereka itu sebuah kesatuan yang membentuk Ujian Nasional.

Seberapa ikhlas kita belajar? Ya, tentu saja. Karena kalau selama ini kita ikhlas dan tanpa beban dalam belajar, pasti banyak deh ilmu yang nyantol. Kesiapan kita juga jadi maksimal. (Padahal aku juga nggak yakin aku ikhlas apa enggak belajarnya, tapi setidaknya akhir2 ini aku belajar karena kesadaranku sendiri)

Seberapa banyak kebaikan? Jelas. Kebaikan memiliki peranan yang sangat penting dalam UN ini. Hal ini sudah menjadi hukum alam. Maka dari itu kita harus selalu berbuat kebaikan. Karena kebaikan berkaitan dengan doa yang diberikan orang2 pada kita dan juga hukum Karma.Karma itu...bisa datang kapan saja. Meskipun kita berharap kita tidak dapat karma, tapi karma merupakan salah satu bentuk kasih sayang Tuhan. Karena artinya Tuhan masih mau menyadarkan kita. Well, kembali ke berbuat kebaikan, ia sangat penting karena yang bisa membantu kita saat bertempur selain otak kita, hanya kebaikan dan Tuhan. Kalau kita banyak berbuat kebaikan maka bakal banyak kebaikan yang ngantri buat mbantu kita pas UN ( Kata Pak Choi lagi) Amiiin deh :)

Seberapa besar kita percaya sama diri sendiri? Ya. Sudah banyak kutemui orang dewasa yang mengatakan kita harus percaya pada diri sendiri, percaya bahwa kita bisa, maka kita pasti bisa. Entah itu perkataan langsung, buku, novel, bahkan aku jadi baca motivasi buat orang2 yang mau masuk MIT, dan yang dikatakan sama saja: PERCAYA SAMA DIRI KITA KALAU KITA BISA.

Seberapa besar keyakinan kita pada Tuhan? Tentu sajaaaaaaaaa. Semua juga tau. Yang terpenting, percaya pada Tuhan bahwa apapun yang Dia berikan pastilah yang terbaik, bahwa Tuhan pasti punya alasan yang baik juga, bahwa Tuhan punya rencana yang terindah buat kita. Maka insyaAllah kita akan mesyukuri apapun hasil yang kita capai.

Jadiii, itulah hasil renunganku hari ini. Dan yang terpenting adalah, selalu percaya kita bisa mencapai mimpi kita.

0 komentar:

Posting Komentar