Ah, aku teringat
Akan dunia kami
Yang sarat akan kepolosan, kebebasan, keceriaan
Dan kebahagiaan kami, bocah-bocah di era keemasan itu
Seiring didendangkannya pekikan tawa khas milik kami
Tercampur aduklah segala pernak-pernik duniawi yang ada
Dalam balutan luasnya dunia imajinasi seusia kami
Yang begitu penuh akan luapan emosi
Langkah mungil nan cepat dari sepasang penopang tubuh
Membawa kami dengan setumpuk imajinasi sederhana
Terhanyut dalam dunia terindah yang kami cipta
Tanpa ada noda barang setitik pun
Tanpa pernah berpikir barang sedetik pun
Akan rasa takut
Ah, betapa bahagianya kami di era keemasan itu
Meskipun tak tumbuh bergelimang emas
Namun hati kami bergelimang kebahagiaan sejati
Tertawa lepas, senyum mengembang
Pancaran sorot mata paling berbinar dari seorang anak Adam
Tapi, walau biar bagaimanapun
Mekanisme pendewasaan tak pernah kekurangan oli barang setetes
Waktupun tak pernah kehabisan keringat
Selalu maju menuju perkembangan global
Tanpa dapat dielakkan lagi
Suarakupun terenyak dalam hotel prodeo terbaik dunia
Memandang mereka yang seusia dengan kami yang dulu
Sudah tidak bisa mersakan kebebasan
Seperti yang dulu kami rasakan
Karena, kepercayaan makin tak laku di pasaran
Ditambah lagi, mereka hanya berkutat dengan
Ah, apalah itu
Sebuah kotak kecil mengerikan
Yang bersinar indah dan bersuara merdu
Namun membuat kedua mata indah mereka
Tak sedikitpun memancarkan binar kebahagiaan
Sungguh memilukan
Ingin sekali rasanya menjungkir balikkan waktu
Namun adakah manusia seantero dunia yang bisa?
Kurasa tidak, memang tidak
Karena bumi pun selalu berputar pada arah yang sama
Karena kapal layar adalah pengikut setia sang angin
Karena kita pun harus terus melangkah
Layaknya bumi dan kapal layar
Maju, membangkitkan era keemasan yang baru
Bagi kita maupun mereka


2 komentar:
kereeeen ! #prokprokprok
kata"nya tu lho, udah kayak ahlinya bikin puisi :D hahahaha
tak tggu puisi berikutnyaaa. .
wooo enggak ituu...itu masih tingkat bawaahh
Posting Komentar