Soal yang keempat ini adalah “Buatlah sebuah tulisan pendek mengenai “Kenangan Tak Terlupakan di SMP N 8 Yogyakarta”!”
Well, kupikir kenangan di sekolah itu privasi, jadi aku bakal nulis yang maknanya luas dan agak abstrak. (Nggak apa kan Pak Tardi?)
Jadi, inilah Kenangan Tak Terlupakan di SMP N 8 Yogyakarta :
Sejujurnya, segala hal keseluruhan yang selama hampir tiga tahun sudah terlewatkan ini merupakan kenangan terinidah yang tak kan aku lupakan – meskipun tidak setiap detik waktu bisa kuingat – selama hampir lima belas tahun aku hidup di dunia ini. Dan aku sangat bersyukur menghabiskan tiga tahun masa peralihanku dari anak-anak menjadi dewasa di SMP N 8 Yogyakarta, sekolah yang sangat aku cintai.
Dulu, waktu aku belum memikirkan UN serumit yang aku pikirkan sekarang, aku bisa jatuh cinta dengan SMP 8 begitu saja. Tanpa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan aku begitu ingin masuk sekolah ini. Yang pertama aku rasakan saat masuk sekolah ini adalah rasa minder. Ya, itu disebabkan banyak hal yang sepertinya tak perlu disebutkan. Toh takkan ada yang peduli.
Kemudian, setelah bisa membiasakan diri, kelas tujuh aku mulai menikmati kehidupan di sekolah ini. Merasakan kebersamaanya. Keramahan dan kekompakan penghuninya. Merasakan perubahan hal – hal yang kupikirkan. Mengenal satu perasaan baru yang sebenarnya sejak aku lahir sudah kurasakan namun dalam konteks yang berbeda. Menjadi lebih mandiri karena jarak sekolah yang jauh membuatku harus naik kendaraan umum. Mengetahui kemampuanku saat mendapat rapor yang pertama.
Lalu, kelas delapan merupakan puncak kebahagiaan dari tiga tahun yang sebentar lagi akan kuhabiskan. Masih dengan perasaan baru yang sama, aku melalui hari – hari di sekolah ini dengan begitu sibuk namun sangat kunikmati. Begitu betah berada dikelas hingga jarum jam menunjuk ke angka 5 dan 12. Menikmati hari-hari tanpa pusing memikirkan nilai, tugas. Mengerjakan tugas saat malam sebelum besoknya dikumpulkan. Field trip di sekitar Jogja dan studi wisata ke Bali. Di akhir kelas delapan, kami kelas sembilan sepuluh mengikuti bimbingan di salah satu lembaga pendidikan bahasa inggris. Setiap hari Selasa, Kamis kami berangkat bersama. Kehujanan, diajarin sama bule, pembolosan berencana, dan hari terakhir yang mengesankan.
Nah, tak terasa kami sudah kelas sembilan sekarang. Dimana kami harus memulai membiasakan diri dengan kehidupan yang monoton – belajar dan belajar. Waktu yang berjalan begitu cepat. Tambahan pelajaran hampir setiap hari. Nggak ada yang namanya nongkrong dikelas nggak ada kerjaan sampai jam lima. Kelas tiga ini, jarum jam diangka 3 dan 12, kelas pasti sepi. Jujur, aku merindukan kelas delapan. Sangat. Dimana semua terasa begitu sempurna. Dikelas sembilan ini, aku terpaksa melupakan perasaan baru yang kutemukan – yang masih sama – sejenak hingga tanggal satu Mei esok. Yang jelas aku tak ingin perpisahan ini terjadi tapi aku juga jelas tak ingin tinggal kelas. Ya, biarlah semua berjalan semestinya karena pada saatnya kita memang harus berpisah.
Aku sangat berterima kasih sama SMP 8 yang telah memberikanku perasaan senang, semangat, sedih, kecewa yang semuanya terangkum dalam kebahagiaan selama tiga tahun ini. Begitu banyak hal-hal kecil yang tak disadari yang membuatku senang. Dan, SMP 8, aku berhutang kebahagiaan padamu. Well, kalimat terakhir yang ingin ku ketik untuk mengakhiri tulisan ini adalah. Kau dan kalian serta yang terjadi diantara aku, kau dan kalian adalah kesatuan yang tak boleh, tak bisa, dan tak kan terlupakan.
Sekian.


0 komentar:
Posting Komentar